Potluck ala Tim Youth Café Program

Awal tahun 2020, Makassar masih ramai dan belum lahir yang namanya protokol kesehatan. Waktu itu saya sedang asyik-asyiknya menambah pengalaman di luar kampus dengan mengikuti kegiatan volunteering. Youth Café Program salah satunya. Sebuah tempat sekelompok relawan muda yang fokus dalam pengelolaan sampah berkonsep zero waste pada setiap event yang diselenggarakan. Senang sekali bisa lolos dan gabung bersama tim ini, padahal cuma iseng daftar. Banyak sekali yang bisa saya pelajari, mengenai sampah dan pentingnya menjaga alam.

Beberapa kali kita bertemu dalam tahap perkenalan setiap volunteer dan juga brainstorming program Youth Café Program untuk kedepannya. Sembari ngobrol dan diskusi bersama, manajer umum YCP Kak Fik menginisiatif agar perkumpulan atau meeting selanjutnya diadakan lebih santai tapi tetap serius tanpa merasa tegang. Konsep Potluck. Itulah yang diusulkan oleh Kak Fik.

Potluck? Saya yang volunteer baru, masih mencerna kata potluck yang telah diucapkan oleh Kak Fik. Memang baru pertama kali saya mendengar potluck. Beberapa dari kami teman-teman volunteer juga masih tabu dengan potluck.

“Apa itu potluck kak? Baruka pertama kali dengar ki” salah satu volunteer bertanya dengan aksen Makassarnya.

Setelah mendengar penjelasan kak Fik mengenai potluck. Sontak banyak dari kami langsung berkata “Oooooooo”, sebuah tanda bahwa kami sudah mengerti dan tahu apa itu potluck.

Ternyata guys, potluck itu hampir sama dengan piknik dan family gathering, yakni sebuah acara kumpul santai atau hang out bareng bersama teman ataupun keluarga. Nah yang berbeda dari potluck dengan lainnya yaitu masing-masing peserta wajib membawa makanan dan minumannya sendiri, kemudian dibagi bersama peserta lainnya. Kegiatan ini merupakan salah satu budaya di luar negeri yang ternyata masih tabu dan jarang dilakukan di Indonesia. Makanya saya dan beberapa teman volunteer bertanya-tanya setelah mendengar kata potluck karena memang baru pertama kali dengar.

Fotografer by Nurul Thahirah (Relawan Fotografi YCP)

Seperti yang telah dijelaskan kak Fik, potluck biasa dilakukan di tempat yang sejuk dan ruang terbuka hijau. Sayangnya di Makassar belum banyak fasilitas ruang terbuka hijau yang tersedia dan hanya beberapa yang bisa ditempati untuk kegiatan potluck ini. Opsi yang terpilih yaitu Benteng Rotterdam. Menurut kesepakatan teman-teman, hanya tempat ini yang mendukung kegiatan potluck karena memiliki area dengan rumput hijau yang luas dan bebas dari polusi udara. Sebenarnya sempat khawatir juga ingin potluck di ruang terbuka, karena Makassar saat itu lagi memasuki musim hujan.

Ada beberapa persyaratan ala YCP untuk mengikuti potluck ini. Pertama, harus membawa makanan ataupun minuman lokal tradisional khas daerah masing-masing. Kedua, tentunya dengan sistem zero waste diusahakan menghindari penggunaan kantong atau botol plastik dan kotak makanan berbahan styrofoam.

Fotografer by Nurul Thahirah (Relawan Fotografi YCP)

Minggu sore kami berkumpul di area Benteng Rotterdam dengan makanan dan minuman masing-masing. Setelah semua tim yang sempat datang hari itu berkumpul, kami duduk melingkar dan menjelaskan masing-masing makanan dan minuman tradisional yang dibawa secara bergiliran. Banyak sekali macam makanan tradisional yang terkumpul, ada yang membawa roko-roko unti’, jalangkote, kasippi, apang, baroncong, songkolo, barongko, cangkuneng, dan es buah. Dominan makanan yang dibawa yakni khas Bugis Makassar, sebab rata-rata dari kami asli Bugis Makassar. Saya sendiri yang asli Bugis Wajo membawa doko- doko cangkuneng yaitu makanan tradisional Bugis yang berbentuk segitiga dibungkus daun pisang. Rencananya sih pengen membawa bandang, tapi karena tinggal seorang diri di kost mana sempat bikin dan juga lumayan ribet. Kalau di kampung mudah ditemukan, apalagi nenek saya sering buat sendiri. Makanya saya cuman beli cangkuneng di warung khusus kue tradisional yang biasa jualan di pinggiran jalan.

Fotografer by Nurul Thahirah (Relawan Fotografi YCP)

Tibalah hari yang ditunggu! Pada sore hari ditemani suasana sejuk dan rindang di Benteng Rotterdam, kami berbagi kisah tentang makanan yang dibawa dan menceritakan usaha kami mencoba untuk mengurangi penggunaan plastik. Saya masih ingat ada cerita lucu salah satu anggota YCP namanya Adit, usahanya ingin ber­-zero waste membuat ia sampai bercekcok dengan mamanya gegara tupperware yang ia pakai. Tau lah ya ibu-ibu agak sensitif kalau tupperwarenya hilang. Saya pun waktu itu memakai tupperware yang ditaruh ibu saya di kost-an, alhamdulillah saya bersyukur ibu saya tidak termasuk kategori ibu-ibu yang terobsesi dengan tupperware wkwkwk.

Untuk menerapkan zero waste 100% tentunya sangat sulit, pastinya butuh waktu yang lama bisa menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari. Pada potluck sesi Rotterdam ini saja, beberapa anggota YCP ada yang terpaksa memakai kantongan plastik dan styrofoam karena baru sempat beli setelah pulang kerja. Sehingga tidak sempat memakai tempat bekalnya sendiri. Ya namanya juga usaha, setiap orang punya cara masing-masing untuk bisa terus menerapkan konsep zero waste ini.

Walaupun begitu, potluck dilakukan dengan seru dan asyik. Bagaimana tidak, kita bisa rapat membahas hal-hal serius tapi tidak dengan suasana yang tegang dan tidak lupa ketawa-ketiwi. Untungnya sore itu tidak hujan, sehingga potluck berjalan lancar dan nikmat. Sambil icip-icip berbagai makanan tradisional Indonesia, meeting tetap berjalan ditemani suasana Rotterdam yang sejuk dan lalu lalang pengunjung yang mengeliligi museum bersejarah ini.  Ada pengunjung dari luar negeri juga yang melirik dan terlihat penasaran dengan potluck kami sore itu. Pengen menawarkan makanan ke mereka tapi karena dengar berita korona yang lagi heboh di China membuat niat kami untuk berbagi diurungkan. Hahaha

Saking banyaknya jenis makanan, lumayan banyak juga yang tersisa. Hal ini terjadi karena sebagian dari kita baru pertama kali melakukannya. Sehingga kita tidak bisa memperkirakan berapa porsi yang akan dibawa, menyebabkan banyak makanan yang tersisa. Makanya sebelum berpisah, kita bagi sama rata untuk teman-teman volunteer untuk bawa pulang dan dimakan di rumah supaya tidak mubazzir. Belajar dari potluck pertama ini, selanjutnya tidak perlu membawa banyak-banyak dan bawa secukupnya saja.

Fotografer by Fikri Yathir (Manajer Umum YCP)

Menurutku, potluck ala YCP ini sangat unik karena tidak melupakan cita rasa lokal yang diselingi usaha untuk menerapkan zero waste di lingkungan sekitar tanpa paksaan. Saya sangat bersyukur bisa diberi kesempatan berteman dengan sesama anak-anak muda yang mengisi waktunya dengan melakukan kegiatan positif seperti ini. Berkat kegiatan ini saya lebih sadar betapa pentingnya untuk mencintai alam dan punya rasa tanggung jawab terhadap produksi sampah yang dihasilkan oleh diri sendiri. Saya sampai sakarang masih berusaha pelan-pelan dan belum bisa menerapkannya secara menyeluruh, sebab terpengaruh dengan lingkungan sekitar yang tidak terbiasa akan hal itu.

Semoga setelah pandemi berlalu, tim Youth Café Program bisa reuni kembali dan melanjutkan program yang belum tuntas. Sekian cerita pengalaman potluck saya bersama tim Youth Café Program, sangat senang bisa mengenal orang-orang hebat ini. Tambah senang lagi jika yang membaca ini bisa berbagi pengalaman juga mengenai potluck versi kalian, kolom komentar tentunya selalu tersedia. Ditunggu ya! Thank You!

SUKA DUKA SKRIPSIAN #1 : Gegara Corona

Skripsi.

Mendengar kata yang satu ini bagaikan sebuah kata meneyeramkan dalam kehidupan mahasiswa. Setiap kali saya ke kampus dan memperhatikan gerak-gerik senior yang sedang sibuk dengan skripsinya, sebagian yang saya temui terlihat stress dan tertekan. Saya pun yang masih semester lima waktu itu dibuat tegang, apalagi ditambah dengan berbagai desas desus senior bahwa tahap skripsi yang paling menantang dan paling melatih mental. Tambah teganglah saya, padahal waktu itu belum berada pada proses skripsi. Dasar lemah! Belum apa-apa tangan udah dingin. Hahaha.

7 bulan yang lalu saya menyelesaikan program KKN dan tibalah saya di tahap skripsi ini. Kali ini kehidupan kampus terasa berbeda dari sebelumnya, gegara kasus pandemi global tahun ini yaitu virus Covid-19. Situasi pandemi tahun ini yang tidak disangka-sangka muncul menyerang seluruh dunia dan mengubah pola hidup manusia. Salah satu yang kena imbasnya adalah mahasiswa akhir.

Mulai dari proses administrasi, bimbingan, seminar proposal dan hasil dilakukan secara daring. Everything is online! Sebagai salah satu mahasiswa akhir di Indonesia yang lagi berada pada tahap ini, merasakan banyak pengalaman tak terduga baik itu suka maupun duka selama skripsian di rumah aja.

Jika ditanya apa kelebihan dan kekurangan skripsian selama pandemi yang serba online ini. Masing-masing punya perspektif yang berbeda-beda. Ada yang merasa lebih suka dengan sistem daring, ada juga yang merasa dirugikan. Menurut saya pribadi ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan. Maka dari itu, saya ingin mencurahkannya lewat tulisan ini. Nah, saya pengen membahas pengalaman yang tidak menyenangkan terlebih dahulu.

Sebelum saya berangkat KKN awal Maret lalu saya sudah merencanakan untuk mengajukan judul terlebih dahulu dan berharap segera di ACC sebelum berangkat KKN supaya proses skripsi saya bisa berjalan dengan lancar. Ternyata di jurusan saya itu terdapat peraturan kalau mahasiswa belum bisa mengajukan judul jika belum selesai KKN. Padahal kebanyakan teman-teman saya dari jurusan lain malahan bisa mengajukan judul walau belum KKN. Kecewalah diri ini. Rencana skripsian sambil KKN pun gagal.

Pada pertengahan maret virus corona di Indonesia juga udah mulai berkoar-koar dan bikin panik, apalagi saya dan teman-teman yang sedang ber-KKN di kampung orang. Akhirnya pihak kampus memutuskan untuk memulangkan mahasiswa secepatnya. Disinilah awal mula drama skripsian dimulai. Sepulang KKN itu saya pun mengajukan judul, proposal dan pembimbing dan tentunya mengikuti prosedur secara online yang telah disusun oleh jurusan. Jujur! Saya merasa sulit sekali padahal masih tahap awal. Kesulitan berada pada pengurusan administrasi, sistem daring ini malah membuat proses administrasi ke jurusan sangat lambat. Saya bahkan mengurus judul saja sampai berbulan-bulan dari April sampai Juli cuy. Ini bukan karena malas ya. Whatsapp saya jarang banget di balas sama dosen, dikacangin mulu bahkan dibaca saja jarang. Gimana gak pusing coba. Di respon pun harus nunggu sampai satu bulan. Pengen ke kampus juga tidak bisa karena si corona. Bedanya saat kuliah langsung bisa bolak-balik ke kampus urus surat dan lain-lain. Betul-betul kesabaran saya terlatih tahun ini.

Setelah berbulan-bulan bersabar menunggu, saya pun mulai bisa bimbingan dan alhamdulillah dapat dosen pembimbing yang baik. Setelah melewati drama administrasi yang buat down, kesabaran saya terbayarkan karena dapat dosen pembimbing yang bagus. Bagus bukan berarti dosen pembimbingya kurang peduli ya. Dosen pembimbing saya ini senantiasa memberi masukan dan ilmu baru untuk saya dalam mengerjakan skripsi. Penelitian saya itu “Creative Hub di Kabupaten Wajo dengan Pendekatan Arsitektur Nusantara“. Nah, saya sengaja mengambil penelitian ini karena memang akhir-akhir ini tertarik mendalami materi arsitektur nusantara. Untungnya dosen pembimbing saya ini sangat mendukung dan membantu saya memperluas wawasan tentang penelitian ini. Berbagai informasi dari beberapa sumber mulai dari buku, website, juga webinar tentang arsitektur nusantara ia bagikan ke saya. Saya bahkan di ajari menggunakan mendeley dan tips dan trik menulis skripsi di word tanpa ribet (Haduh bodo kali! maaf emang saya baru tahu soal mendeley dan ngetik pake aturan heading, selama ini ngetik cuma secara manual ahahha). Terima kasih bu sudah ngajarin akhirnya saya bisa mengetik tanpa ribet bolak-balik halaman. Hal ini berbeda seperti yang teman-teman saya ceritain, sebab sebagian dari mereka yang lebih duluan bimbingan dapatnya dosen pembimbing yang galak, serius bikin tegang, moody, juga ada yang cuek. Alhamdulillah saya tidak seperti itu. Semoga saja dosen pembimbing saya akan terus seperti itu sampai saya selesai skripsinya dan tidak bikin mood dan semangat saya anjlok. Aamiin Ya Allah

Demikian pengalaman suka duka yang saya lewati sampai saat ini mengenai proses skripsi di masa pandemi. Semoga kalian yang juga lagi berjuang skripsian online dimudahkan dan dilancarkan prosesnya. Jika kalian punya pengalaman skripsian yang pengen diceritain. Kolom komentar sudah tersedia dibawah. Senang sekali jika bisa mendengar cerita skripsian kalian di kolom komentar.

Review TV-Series: Stargirl. Young Superhero

Someone with honor and strength must carry the torch.

Starman

Cerita diawali dengan flashback 10 tahun lalu ketika Starman mengatakan sebuah permintaan kepada teman dekatnya (sidekick) setelah pertempuran terakhir Justice Society of America dengan Injustice Society.

Setelah beberapa waktu lalu diumumkan bahwa season 6 akan jadi season terakhir bagi Supergirl. Timing yang sangat pas, kini CW  sudah menyediakan tontonan seri baru dengan superhero perempuan sebagai pengganti Supergirl.

Stargirl. Kali ini DC Universe dan CW mengeluarkan drama seri remaja yang dibintangi oleh Brec Bassinger dan Luke Wilson. Yang diangkat dari sebuah komik yang diciptakan oleh Geoff Johns.  Berbeda dengan seri superhero sebelumnya yang lebih dewasa seperti The Flash, Supergirl dan Arrow ,  Stargirl terbilang masih muda dan lebih cerah.

Berkisah tentang seorang gadis remaja bernama Courtney Whitmore yang berpindah dari Los Angeles ke sebuah kota kecil yang indah di Blue Valley, Nebraska.  Blue Valley menjadi tempatnya memulai kehidupan baru dengan keberadaan keluarga barunya yaitu ayah dan saudara tiri, teman baru, dan petualangan baru yang menanti. Bagaimanapun ia tidak suka, ia terpaksa harus bisa berbaur dengan keadaan sekitarnya.  Seperti cerita superhero pada umumnya, Courtney yang awalnya hanya seorang remaja SMA biasa yang dipikirannya masih dipenuhi dengan hal yang sering anak remaja inginkan. Kehidupannya berubah setelah menetap di Blue Valley. Courtney menghadapi masalah remaja pada umumnya yaitu berteman di lingkungan baru, menghadapi pembully, dan menyesuaikan diri dengan dinamika keluarga baru, apalagi ditambah dengan saudara tiri yang kelakuannya aneh.

Setelah melewati beberapa episode pertama, adegan memperlihatkan kegembiraan dan ketertarikan yang dirasakan Courtney setelah menemukan kekuatannya, membuat kostumnya sendiri, dan menguji kemampuan nya dengan cosmic staff yang ia miliki. Adegan-adegan awal yang sangat seru dan segar untuk ditonton bagi saya. Apalagi diiringi dengan musik pop yang keren dan bikin semangat. Wonderful! Selama ini, DC dan CW selalu menyuguhkan kisah pahlawan supernya yang cerita si karakter fokus pada beratnya ia dikaruniai kekuatan dan menjadi pahlawan. Misalnya Barry Allen (The Flash) yang selalu khawatir akan bahaya yang timbul bagi keluarga dan temannya akibat identitas rahasianya, sulitnya menyembunyikan jati diri dari orang sekitar dan merasa tertekan.

Berbanding terbalik dengan Stargirl, mungkin karena ia masih muda (coming of age) disini Courtney selalu tersenyum. Saking senangnya menjadi seorang pahlawan super, ia tidak ingin diam sedetik pun menyia-nyiakan waktu tanpa memanfaatkan cosmic staff nya. Bertindak sendiri dan berani tanpa tahu bahaya terhadap orang-orang terdekatnya. Identitas rahasianya membuatnya dekat dengan ayah tirinya. Bagi Courtney, menjadi pahlawan adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya serasa mendapat sebuah hadiah atau sesuatu yang menakjubkan.

Film ini menampilkan koreografi pertarungan yang apik dengan efek sinematografi yang keren. Seri ini bahkan mengambil nuansa nostalgia yaitu tampilan setting waktu dan tempat terinspirasi dari kehidupan klasik tahun 1980-an. Uhh i love the 80s vibes. Di seri ini kita bisa melihat gaya pakaian modis ala tahun 80-an bahkan juga ditemani dengan mobil-mobil vintage.

Selain nuansa 80-an, musik yang mengiringi setiap adegan juga sangat keren dan mampu menciptakan suasana hati. Dan yang paling saya sukai yaitu seri ini menampilkan cerita yang tidak kaku, dimana petualangan tidak hanya berbahaya tapi juga lucu. Percaya deh, pas menit pertama saja saya udah ngakak padahal adegannya lagi sekarat. Komedi dalam film superhero seperti ini adalah sesuatu yang paling dirindukan penonton seperti halnya film-film Marvel yang dipenuhi adegan pertarungan dengan komedi. Membuat kita yang nonton jadi tegang-tegang gemes gitu loh. Thank you Stargirl! You really made my day.

Dan satu lagi, sebuah fakta terciptanya karakter Courtney Whitmore ini dibuat Geoff Johns sebagai dedikasi untuk saudara perempuannya Courtney Elizabeth Johns yang menjadi korban dalam sebuah kecelakaan pesawat tahun 1996.

Untuk para orang tua, anak-anak dari umur 12 tahun ke atas bisa nonton seri ini. Kalian bisa melihat trailernya di bawah ini:


Pemeran: Brec Bassinger, Yvette Monreal, Anjelika Washington, Cameron Gellman, Trae Romano, Jake Austin Walker, Hunter Sansone, Meg DeLacy, Neil Jackson, Christopher James Baker with Amy Smart and Luke Wilson.

Entah Apa Yang Merasukiku? Ketika “BERKEBUN” Jadi Hobi Baru

Salah satu dampak pandemi yakni munculnya keinginan seseorang untuk tetap produktif walaupun aktifitas tetap dilakukan dirumah saja.  Contohnya seperti berkebun di rumah. Akhir-akhir ini lagi rame orang-orang memilih untuk belajar berkebun.  Apalagi mereka yang tinggal di perkotaan.

Begitu juga saya, walaupun tinggalnya di pedesaan tapi pengen ikut-ikutan juga untuk berkebun.  Ikut-ikutan? Selagi ikut-ikutannya adalah hal positif, kenapa tidak? Ya kan. Sebenarnya dari dulu saya bukan jenis orang yang tertarik dengan tanaman atau bunga-bunga. Tapi entah kenapa saya dibuat penasaran. Di kepala selalu muncul pertanyaan, bagaimana proses tumbuhnya bibit-bibit itu sampai hasilnya bisa berbuah atau berbunga?.  Inspirasi pengen mencoba berkebun di mulai dari melihat postingan IG Ayudia yang lagi asyik banget berkebun.  Tanamannya lucu-lucu. Dan setelah mengulik lebih dalam. Saya dapat sebuah instagram komunitas berkebun yaitu Kebun Kumara. Senang sekali jika melihat postingan-postingan mereka tentang cara menanam bibit tanaman dan mengompos. Bahkan saya sampai ikut nonton IG Live nya haha. Semakin gatal lah tangan saya untuk mencoba sendiri.

Proses awal berkebun sebagai pemula

Pertama beraksi yaitu pada tanggal 23 Agustus 2020.  Inget banget waktu itu. Awalnya sempat bingung, harus mulainya dari mana dan belum tau mau nanam apa. Setelah mempelajari persiapan-persiapan apa saja yang dibutuhkan sebelum berkebun.  Saya pun mulai membeli bibit dan tanah kompos. Saya beli bibit bayam merah, cabai, dan terong. Pot yang digunakan pun saya bikin sendiri, ada yang dari ember kecil bekas, botol plastik, kemasan teh kotak dan susu ultramilk, kemasan minyak goreng dan sunlight, bahkan botol yakult juga saya pakai.  Setelah para bibit saya tanam, setiap pagi dan sore nggak pernah absen buat nyiram. Kebiasaan baru setiap pagi pasti pengen ngecek terus untuk lihat perkembangan si tanaman.  Dan seminggu kemudian muncullah si bayi-bayi tanaman yang berhasil bikin saya kegirangan. Saya merasa senang sekali melihat ada yang sudah menampakkan diri.  Bagaimana kalau udah pas panen nanti ? ahahaha

Selain bibit yang di beli, saya juga memanfaatkan sisa sayuran yang ada di dapur yang bisa di tanam. Seperti jahe dan tomat. Udah 1 minggu lebih tanam jahe dan tumbuhnya subur banget alhamdulillah. Progressnya paling cepat.

Sudah sebulan saya belajar berkebun di rumah. Kebunnya sih belum rame. Dan rencana pengen nambah lagi tanamannya. Semoga saja kebun impian saya bisa terwujud nantinya.

Apa manfaat berkebun

Kalo di tanya manfaat berkebun apa, banyaaak banget. Bagi saya setelah mulai masuk di dunia perkebunan secara mental saya merasa lebih fresh, confident  and become more positive. Juga terhindar dari stress karena skripsian dan lain-lain. Kalo liat perkembangan tanaman, suasana hati langsung bagus. 

Ternyata berkebun juga membuat saya bertambah ilmunya soal tanam menanam. Semakin kita menekuninya semakin muncul rasa ingin tahu kita tentang hal-hal yang terkait dengan aktivitas berkebun.  Bahkan nenek dan kakek saya kadang ikut juga ngecek perkembangan tanaman saya. Btw saya tetanggaan sama nenek saya. Kakek dan nenek saya termasuk ahli berkebun, di rumah mereka ada kebun lumayan besar.  Jadi selain mengandalkan internet untuk belajar berkebun, saya juga di ajari sama nenek.  Bahkan kemarin saya sempat diberi sebuah klipping soal tanaman oleh kakek saya. Klipping tua, tapi isinya bermanfaat banget. I love it.

Ternyata berkebun juga membuat saya bertambah ilmunya soal tanam menanam. Semakin kita menekuninya semakin muncul rasa ingin tahu kita tentang hal-hal yang terkait dengan aktivitas berkebun.  Bahkan nenek dan kakek saya kadang ikut juga ngecek perkembangan tanaman saya. Btw saya tetanggaan sama nenek saya. Kakek dan nenek saya termasuk ahli berkebun, di rumah mereka ada kebun lumayan besar.  Jadi selain mengandalkan internet untuk belajar berkebun, saya juga di ajari sama nenek.  Bahkan kemarin saya sempat diberi sebuah klipping soal tanaman oleh kakek saya. Klipping tua, tapi isinya bermanfaat banget. I Love It.

Makna Berkebun

Selain banyaknya nikmat dan manfaat, kita juga mendapatkan suatu ajaran nilai kehidupan. Belajar soal filosofi kehidupan dari tanaman. Mereka sama seperti manusia, dengan berbagai macam karakter. Mencerminkan makna kehidupan dari masing-masing jenis tanaman. Fenomena alam tidak pernah lepas hubungannya dengan fenomena sosial. Dari filosofi tanaman di kebun itu mencerminkan perilaku kehidupan manusia. Dari proses pengolahan tanah, pembenihan, pembibitan, penanaman, perawatan, pemeliharaan dari hama, tumbuh kembang, sampai panen. Proses yang panjang untuk mencapai hasil yang bermanfaat. Begitu juga dengan manusia dengan fase-fase kehidupannya.

Dengan berkebun kita bisa lebih sadar dan bersyukur dengan kekuasan Allah SWT. Yang menciptakan keindahan di muka bumi ini. By the way, berkebun juga termasuk ibadah loh teman-teman. Berkebun berarti kita sedang bersedekah. Seperti sabda Rasulullah yaitu:

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidakkah seorang Muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.” (HR Imam Bukhari)

Begitu banyak manfaat dan pelajaran yang saya dapatkan selama belajar proses berkebun. Berkebun ternyata asyik gaes. Bagaimana dengan kalian? Kalian yang pengen mulai atau sementara sedang berkebun, semangat yah. Senang sekali jika kalian bisa share cerita dan pengalaman berkebun kalian di kolom komentar di bawah.

Selamat Berkebun!

Asyik Ngeblog Bareng Komunitas Ikatan Kata

Hari ini saya mau cerita sedikit tentang komunitas ikatan kata. Sebuah komunitas para blogger yang baru-baru ini saya ikuti. 

Beberapa bulan lalu saya memutuskan untuk menulis blog lagi di platform blog yang baru.  Ini bukan pertama kalinya saya nge-blog. Sebenarnya, tahun pertama nge-blog itu saat tahun 2017 tapi nulis nya nggak konsisten karena kesibukan kuliah, dan kegiatan lainnya. Kadang posting tulisan cuman sekali sebulan.  Dan … karena tahun ini kita dihadapkan dengan situasi yang berbeda yaitu virus-virus nakal yang mengharuskan kita #dirumahaja. Saya pun mencoba membuat blog baru dan mulai nulis lagi.  Sembari tiap minggu posting tulisan, saya juga mencari komunitas-komunitas blogger yang bisa membantu saya untuk lebih konsisten lagi dalam hal blogging.

Setelah searching di sosial media,dan lainnya. Saya mendapatkan sebuah logo komunitas blog yang tertera di platform blog orang lain dari hasil saya blogwalking. IKATAN KATA. Wah keren juga nih nama komunitasnya. Saya pun mencoba nge-stalk websitenya untuk cari info. Dan akhirnya saya putuskan untuk join member.

Setelah saya registrasi saya pun di WA oleh adminnya.  Saat itu saya di wawancara sedikit, lalu baca rules dan kemudian di masukkan di grup WA anggota Ikatan Kata. Dan ternyata menarik juga, banyak kalangan yang join di komunitas ini, berbagai umur dan profesi. Kita bisa berdiskusi bahkan meminta saran dengan teman-teman jika ada kendala.

Yang aku suka dari komunitas ini adalah kegiatan KETIK. KETIK kepanjangan dari Kumpulan Edukasi dan Tantangan Ikatan Kata. Kegiatan ini adalah sebuah challenge bagi member, yang harus di lakukan seminggu sekali. Kegiatan ini mengajarkan kita untuk terus menulis dengan berbagai tema yang di tentukan. I think it’s interesting for me. Ini pertama kalinya saya melakukan challenge seperti ini dan semoga bisa melewatinya satu per satu.

Selain KETIK, ada juga aktivitas lainnya yaitu RESIK dan WKWK (Gemuy-gemuy yah nama kegiatannya). RESIK itu kepanjangan dari Report and Summary Ikatan Kata yang adalah laporan bulanan kegiatan Ikatan Kata, sedangkan WKWK yaitu Warung Kopi Wak Kecil adalah tempat nongkrong virtual para member, percakapan di grup WA yang dijadikan tulisan. Seruu tuhh.. kedengarannya asyik.

Jujur belum pernah ikut RESIK dan WKWK tapi saya udah nggak sabar pengen join WKWK. Kegiatannya seru-seru dan memotivasi untuk terus nulis. Karena alasan itu semua, saya join di komunitas ini. Thank God I found this community. Hopefully, bisa punya banyak teman dan keahlian blogging saya tambah baik lagi.  

Tertarik untuk Join? Nah, jika kalian ingin mengasah bakat nulis,  blogging, juga pengen punya banyak teman yang sama minatnya. Kalian bisa ikutan join seperti saya. Cuman klik link di bawah dan registrasi:

Join Us

Mengenang B.J. Habibie, Eyang Kita Semua.

11 September 2020. Tepat hari ini telah genap setahun salah satu putra terbaik negeri ini meninggalkan kami semua, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie.  Sang mata air dari Nusantara yang dicintai dan dihormati. Harapan besarnya akan masa depan bangsa ini ia buktikan dengan banyaknya kontribusi yang telah ia berikan.  Presiden ke-3 Indonesia merupakan presiden dengan jabatan paling singkat diantara presiden-presiden Indonesia lainnya. Satu tahun. Tetapi dalam waktu yang singkat itu ia telah memberikan banyak perubahan yang baik bagi negeri ini. Karya-karyanya selalu saja membanggakan Ibu Pertiwi bahkan sampai di kancah internasional. Berikut ini riwayat prestasi pak Habibie selama hidup mengabdi untuk negeri tercinta :

Sejak kecil saya sudah diperkenalkan dengan sosok B.J Habibie. Beliau asli Sulawesi Selatan.  Begitu juga dengan saya. Pertama kali saya tahu tentang beliau, saya kagum sekaligus bangga ada seorang putra dari Tana Ogi (Tanah Bugis) yang sosoknya dikenal di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri.  Dikenal akan sisi positifnya sebagai seorang pemimpin, cendekiawan muslim, teknokrat, seorang kepala keluarga dan suami yang harmonis dan romantis.

Banyak yang saya pelajari dari sosok Rudy Habibie ini, dari sikap kedisiplinan, ketaatan, ketekunan belajarnya semasa sekolah, dan yang paling utama saya ikuti sampai sekarang yaitu kecintaan terhadap buku.  Salah satu yang membuat saya bisa suka dengan membaca dan belajar hal baru yaitu karena beliau.  Walaupun saya orang yang tidak sepintar beliau tetapi saya berusaha bisa menjadi yang terbaik, dan yang paling utama menjadi seseorang layaknya mata air yang mengalir dan menebarkan pengaruh postif kepada orang-orang sekitar kita. Serta belajar menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat dengan gagasan konsepnya yaitu IMTAQ & IPTEK (Iman taqwa & ilmu pengetahuan teknologi). Seperti salah satu pesannya untuk generasi muda,“Berhati Makkah, Berotak Jerman”.  

Setelah mendengar kabar duka beliau, saya merasa sangat sedih karena telah kehilangan sosok teladan. Walaupun saya tidak pernah bertemu dengan beliau tetapi saya bisa merasakan bagaimana baiknya sosok beliau ini. Saya bisa merasakan kebaikan yang ia sebarkan kepada semua orang. Ia adalah Eyang kami semua. Ia pernah bilang bahwa semua anak-anak muda di negeri ini ia anggap sebagai cucunya. Dan itu memang sangat terasa bagi saya juga semua anak muda karena ia merupakan panutan kita semua, role model generasi muda Indonesia.  Itu sebabnya banyak sekali yang telah ia perjuangkan, untuk para generasinya dan untuk Indonesia tercinta.  Sampai akhir hayatnya pun ia selalu memberikan inspirasi bagi kita semua,  walaupun fisiknya sudah tua ia tetap berjiwa muda.

“Kita semua mencintai Eyang Habibie, karena ia sudah membuktikan kepada negeri ini, dan kepada semua orang bahwa ia merupakan Cinta. Ia pecinta yang penuh seluruh. Cintanya pada Ainun selalu sungguh, Cintanya pada Indonesia tak pernah luruh.” Kalimat Najwa Shihab tersebut menjadi sebuah kalimat yang mewakili Cinta masyarakat Indonesia kepada sosok Bacharuddin Jusuf Habibie.

We love you Eyang, Eyang pastinya sudah bahagia bisa bertemu cinta sejatinya disana. Kami disini akan akan membuat bangga eyang dan melanjutkan cita-cita eyang untuk menjadikan negeri ini maju dengan mengabdi serta memberikan yang terbaik bagi ibu Pertiwi. Untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul dengan kekayaan alam yang melimpah. Semangatmu adalah semangat kami. Terima kasih sudah memberikan motivasi dan jadi inspirasi bagi anak muda Indonesia. Kami doakan Eyang husnul khotimah dan semua amal baik perbuatannya, serta ibadahnya diterima Allah SWT. Amiin.

“Sumpahku”

Oleh : B.J. Habibie

Terlentang! Jatuh! Perih! Kesal!

Ibu Pertiwi

Engkau pegangan

Dalam perjalanan

Janji Pusaka dan Sakti

Tanah Tumpah darahku makmur dan suci

Hancur badan!

Tetap berjalan!

Jiwa besar dan suci

Membawa aku PADAMU!

Pengalaman Baca E-Book Secara Legal Selama #dirumahaja

Masa pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sedang berada di tahap new normal.  Beberapa orang sudah ada yang beraktifitas di luar ruangan dengan protokol kesehatan, dan beberapa juga masih memilih untuk WFH (Work From Home).  Bagi sebagian kalangan penikmat buku-buku fisik agak kesusahan selama berbulan-bulan karena kehabisan stok buku untuk dibaca.  Pengen ke gramedia tapi nggak bisa karena takut virus.  Saya sendiri sempat merasa bosan di rumah pas diawal-awal pandemi masih heboh di Indonesia.  Sejak bulan April saya sudah berada di kampung stay at home dan dihadapkan dengan proses perkuliahan serba daring.  Selama dua minggu sih aman yah.  Tingkat kebosanan saya masih di batas normal.  Stok buku masih ada di lemari bapak dan juga masih ada yang menarik untuk di baca.  Tapi setelah beberapa hari kemudian stok bacaan sudah tidak ada yang menarik bagi saya, rasa bosan pun menghantui, bingung mau ngapain aja selama dirumah.  Pengen ke gramedia, mana ada Gramedia dikampung saya (kasian wkkwk).

Di era digital ini para pembaca buku sudah bebas membaca secara digital dan pastinya legal jadi tidak perlu takut lagi menjadi pengonsumsi buku yang tidak menghargai para penulisnya.  Sudah banyak sekali anak bangsa menciptakan aplikasi-aplikasi untuk membaca buku secara digital. Jadinya tidak ada lagi alasan untuk tidak membaca karena tidak punya uang untuk beli buku atau karena didaerahnya tidak terdapat toko buku. Semuanya sekarang bisa, gampang, gratis pula. Hanya bermodalkan niat dan kuota internet. Udah dapat.

Saya sendiri termasuk orang yang malas baca e-book, kalau kata kerennya sih sedikit “antipati”. Kalau soal baca buku lewat smartphone atau laptop itu agak aneh ya buat saya, saya lebih nyaman jika baca buku fisiknya saja.  Banyak faktor kenapa saya tidak menyukai membaca buku digital. Yang paling utama itu karena faktor kesehatan. Mungkin kalian sudah tahu bahwa menatap layar gadget terlalu lama akan membuat mata tidak sehat, terasa perih, panas. Pokoknya nggak enaklah ya.  Dan kalau bacanya lewat handphone akan memperhambat fokus kita dalam bacaan karena banyaknya godaan seperti notifikasi medsos yang masuk dan aplikasi youtube.  Intinya saya lebih memilih buku fisik saja.

Mengatasi Kebosanan di Masa Pandemi

Ketika sekarang  dihadapkan dengan pandemi, di momen seperti inilah yang akhirnya membuat saya untuk mencoba baca e-book. Sekitar bulan Mei kalau tidak salah. Buku-buku dilemari bapak kebanyakan buku-buku berat. Sehingga saya butuh bacaan yang menarik untuk menghibur diri kala itu.   Dan saya dapat informasi dari instagram story seseorang yang merekomendasikan aplikasi perpustakaan digital yaitu iPusnas. Penasaran dong gue. Ekspektasi saya waktu itu buku-buku yang disediakan di aplikasi tersebut hanya buku-buku pelajaran saja. Akhirnya setelah utak atik di google soal perpustakaan digital ini. Saya mulai coba download dan ternyata banyak buku-buku terbitan baru, bahkan buku internasional juga ada. Dan senang sekali rata-rata buku yang masuk list saya untuk dibaca ternyata banyak tersedia di perpustakaan digital tersebut. Alhasil saya kegirangan. Karena mendapatkan obat kebosanan saya selama dirumah. 

Seiring waktu saya tidak menyangka di awal percobaan menjadi e-reader, saya menamatkan sekitar 7 buku dalam sebulan.  Walaupun saya pernah tidak tertarik baca e-book. Hanya coba-coba. Dan ternyata ketagihan.

Buku-buku diatas merupakan salah satu buku yang saya pinjam dan saya baca tuntas di aplikasi iPusnas.

Kebiasaan baru membaca E-book di smartphone

Selama saya membaca beberapa buku di smartphone, saya kadang membaca sebelum tidur dengan suasana gelap sambil tiduran. Dilanjut lagi saat pagi baru bangun langsung buka smartphone untuk baca. Gituuu terus. Sampai tiba di waktu saya sudah lelah menatap barisan kalimat-kalimat dengan background putih tersebut, lembar demi lembar.  Mata sampe perih juga gara-gara baca e-book.  Kasian juga mata saya disiksa terus tiap hari tatap gadget. Sehingga saya pun memutuskan berhenti agak lama, sampai berbulan-bulan tidak baca di smartphone. Dan sekarang memulai lagi membaca e-book tapi tidak lagi sesering dulu.  Karena mata nggak kuat.

Kalau bicara apa untungnya membaca e-book di perpustakaan digital ini, banyak ya salah satunya saya bisa terbantu dalam mengerjakan skripsi dengan kondisi #dirumahaja. Tidak bisa ke perpustakaan kampus. Untungnya ada beberapa buku untuk bahan skripsi yang saya dapat di i-Pusnas. Begitu juga dengan buku-buku sastra seperti novel dari para penulis-penulis favorit dan terbaru juga tersedia di perpustakaan digital. It’s All Easy.

Masalah E-book Ilegal yang lagi Viral

Selain memiliki sisi positif, teknologi juga menyimpan pengaruh negatif.  Beberapa bulan lalu, di tengah ketatnya karantina diri dengan bekerja, beribadah, belajar di rumah, para penikmat buku di hebohkan dengan maraknya pembajakan buku.  Banyak link-link e-book ilegal bertebaran yang bebas di akses semua orang.  Para penulis bahkan penerbit tentunya geram dan gelisah dengan peristiwa ini. Mereka sangat dirugikan karena itu adalah karya yang mereka buat dengan usaha yang tidaklah gampang. Saya juga akan mengakui kesalahan saya bahwa beberapa tahun lalu saya pernah membaca buku ilegal seperti itu dalam bentuk pdf yang disebarluaskan dan diunduh dengan mudah di WA dan Telegram. Tapi satupun buku tidak pernah saya selesaikan. Rasanya tidak nyaman tidak membaca langsung dari buku fisik. (Maafkeun daku,  saya khilaf)

Thank God, sekarang sudah banyak aplikasi untuk baca buku secara legal seperti, iPusnas, Google Play Books, Cabaca, Gramedia Digital, dan masih banyak lagi.  Walaupun saya baru mencoba satu aplikasi yaitu iPusnas, aplikasi ini sangat membantu banyak bagi saya dalam keadaan baru seperti saat ini

P.S. Ini bukan endorsement yah ahaha >.<

Review TV-Series : Anne With An E. Si Gadis Yatim Piatu Berambut Merah

“Tell me, and I forget. Teach me, and I remember. Involve me, and I learn. Different isn’t bad, it’s just not the same” 

Kutipan  Anne Shirley yang satu ini sangat menyentuh hati.  Sebuah kalimat yang mengandung keberanian, semangat, dan percaya diri. Jika diantara kalian sedang membutuhkan quote untuk menyemangatimu dalam menemukan kepercayaan diri, mencintai diri sendiri, dan berani bertindak. Kamu harus nonton series yang satu ini. 

Saya mengetahui tv-series ini setelah melihat kolom komentar instagram @netflix, netijen-netijen menyerukan #saveannewithane. Alhasil, saya pun penasaran dan mulai searching. Setelah membaca beberapa ulasan dan nonton trailernya, mulailah saya tertarik untuk nonton karena bergenre drama klasik dengan latar Kanada tahun 1890s yang dibaluti gaun midi dan topi era Victoria.

ANNE WITH AN E Season 3 Amybeth McNulty and Dalila Bela.
Photo by Ken Woroner/Netflix

Diantara kalian yang membaca artikel ini mungkin sedang mencari ulasan mengenai series Anne with an E.  Atau mungkin juga ada yang belum tahu sama sekali. Anne with an E adalah sebuah series Kanada yang diadaptasi dan dikonsep ulang dari sebuah novel klasik karangan Lucy Maud Montgomery dengan judul “Anne of Green Gables” .  Berkisah tentang seorang anak yatim piatu yang berpetualang mencari cinta, penerimaan dan sebuah tempat di dunia yang menerima keterbatasannya.  Amybeth McNulty dipercayakan untuk memerankan Anne, seorang anak 13 tahun yang masa kecilnya penuh kekerasan di panti asuhan dan di rumah orang asing yang mengadopsinya.  Pada tahun 1819, ia dikirim untuk tinggal bersama Marilla & Matthew Cuthbert, yaitu sepasang adik kakak yang menghabiskan masa tua bersama  di kota Avonlea, Kepulauan Pangeran Edward. Dan di Avonlea ia memulai petualangan baru.  Serial ini tayang perdana pada tahun 2017, dan terdiri dari 3 season. Dan tahun lalu (2019) merupakan season terakhir.

“Will you please call me Anne? Anne with an E.” – itulah yang dikatakan Anne ketika orang-orang menanyakan namanya. Jika dia punya pilihan, dia akan sangat senang jika dipanggil Cordelia, yang menurutnya nama itu lebih elegan daripada Anne. Anne Shirley merupakan sosok yang berjiwa unik, imajinatif, ekspresif, pintar, dan ceria.  Dialah yang membawa perubahan di kehidupan Marilla, Matthew, dan semua orang di Avonlea. Sosok rasa ingin tahunya yang tinggi membawa kita ke petualangannya dan belajar memecahkan sebuah masalah bersama. 

Setelah menonton dan membaca beberapa artikel mengenai Anne ini, saya penasaran dengan buku originalnya yang terdiri dari 8 chapter.  Sepertinya saya harus membaca seri novel Anne tersebut. Penasaran akutuh. Beberapa artikel mengatakan bahwa novel karya L.M. Montgomery ini menciptakan sebuah tokoh Anne yang dianggap sebagai teman oleh para pembacanya.  Dan ternyata series adaptasi yang diproduksi Netflix ini bukanlah satu-satunya karya yang difilmkan. Sebelumnya sudah ada beberapa film dan series tv yang membuat adaptasi Montgomery ini. Diantaranya pada tahun 1919, 1985, dan 2016.

Anne of Green Gables in Films & TV (1934, 1985, 2016, 2017).
Photo by By the Book/Youtube

Ada banyak hal yang disukai dari Anne with an E. Banyak pelajaran positif yang bisa kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar untuk Mencintai Diri Sendiri, seorang Anne dengan perawakan kurus, bercak & bintik di wajah, rambut kuncir merah, juga punya temper tinggi.  Itu membuatnya merasa stress, ia tidak menyukai dirinya yang lusuh dan tidak menarik seperti anak-anak lainnya. Ia terobsesi menjadi cantik. Berbagai cara ia lakukan untuk berusaha mengubah dirinya agar lebih cantik dan diterima dilingkungannya. Bahkan ia memanggil dirinya Princess Cordelia. Sosok  Marilla-lah yang selalu meyakinkan Anne untuk lebih mencintai diri apa adanya. Dan seiring waktu ia mulai meyakinkan dirinya sendiri bahwa kecantikan abadi bukanlah soal penampilan bagus tetapi kebaikan dan kejujuran  dalam diri kita yang memancarkan keindahan dan pesona tersendiri.

Persahabatan, adanya perbedaan kasta antara Anne dan Diana tidak membuat pertemanan mereka luntur.  Mereka saling mendukung satu sama lain.  Bahkan disaat Anne selalu di rundung teman sekelasnya, ada Diana yang tidak pernah lelah membela Anne dan tetap disampingnya.  Ketika diantara keduanya mengalami kesulitan, mereka saling menolong dan peduli satu sama lain.  Pertemanan yang sehat adalah mereka yang berteman dengan  menerima satu sama lain. Apa adanya bukan Ada Apanya . Betul tidak ? >_<

Membacalah! Niscaya Kamu akan tahu dunia, Anne yang punya rasa ingin tahu yang tinggi membuatnya sangat bersemangat untuk mencari ilmu di sekolah.   Ia bisa belajar dimana saja baik melalui alam dengan imajinasinya, di sekolah dan dengan membaca buku-buku.  Karena bukulah ia banyak tahu segala bidang, misalnya sastra, sains, kesehatan, geografi dan sejarah. Berkat membaca buku ia bahkan beberapa kali menyelamatkan seseorang dari bahaya. Teringat saat ia membantu meredakan kebakaran rumah temannya, dan menolong adik Diana yang sedang sekarat.  Ia sadar betapa penting pendidikan dalam kehidupan.  Dan keberadaan seorang guru yang menarik  dan punya pemikiran modern, Ms. Stacy membuatnya bertambah semangat lagi menempuh pendidikan.  Kita akan disuguhi perjuangan Ms. Stacy juga Anne bertekad untuk mengubah pola pikir warga Avonlea untuk menyekolahkan anak-anaknya bukan karena hanya sekedar sekolah tetapi memahami manfaat dari apa yang mereka pelajari.

Memang kenapa jika kita Perempuan?, kisah series ini kental dengan feminisme, pemberdayaan perempuan, dan kesetaraan gender.  Beberapa episode sering kali menyinggung soal ini.  Perjuangan para perempuan yang mematahkan aturan pada era Victoria (1890s) untuk mendapatkan haknya. Bahwa perempuan juga bisa melakukan sesuatu lebih dari seorang pria. Bukan hanya  berperan di dapur.  Perempuan juga ahli dalam bidang apapun.  Bahkan di series ini juga menyinggung soal kasus pelecehan seksual, merupakan kasus yang banyak terjadi di masa kini. Mereka menyuarakan bahwa tubuh perempuan milik mereka sepenuhnya. Mereka tidak rela jika perempuan terus-terusan diremehkan, diperlakukan tidak adil, dan dianggap lemah. Tokoh Anne, Ms Stacy, dan perempuan lainnya membuktikan bahwa jika kita perempuan bukan berarti kita lemah.

Tidak ada salahnya jika Berbeda, Anne si gadis unik. Ia suka memakai kata-kata susah. Ia terlalu banyak bicara ketika ia kecil. Ia suka membaca. Hal tersebut membuatnya di cap sebagai orang aneh oleh teman-temannya.  Hanya karena yang ia lakukan berbeda dengan lainnya.  Dibalik semua itu, Anne adalah wanita tangguh. Seiring waktu teman-temannya terbiasa dengan sikap unik si Anne,  bahkan beberapa dari mereka mengikuti kebiasaan Anne seperti membaca dan mengarang cerita.

Berinovasi, series Anne with an E ini juga mengajarkan kita untuk terus berinovasi. Sosok Anne mencerminkan generasi muda yang terus berkontribusi menciptakan solusi-solusi baru yang bermanfaat. Anne yang  selalu diterpa banyak masalah sering mendapatkan ide-ide segar yang menjadi sebuah gudang inovasi. Apalagi dengan adanya dukungan Ms. Stacy yang mengajarkan siswanya untuk berinovasi baik itu dari skala kecil yang penting bermanfaat bagi masyarakat.

Selain banyaknya pelajaran positif yang didapat, Anne with an E dipenuhi dengan kutipan-kutipan yang sangat dalam maknanya. Dan tentunya diantara banyaknya quote, berikut ini beberapa yang saya sukai :

Tentang tidak menerima Status Quo

“I’m as strong as a boy, and I prefer to be outdoors rather than cooped up in a kitchen. It doesn’t make sense that girls aren’t allowed to do farm work when girls can do anything a boy can do and more! Do you consider yourself to be delicate and incapable? Because I certainly don’t” -Anne Shirley

“I reckon every new idea was modern once, until it wasn’t.”
—Matthew Cuthbert

Tentang tumbuh menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri

“It’s not what the world holds for you, it’s what you bring to it” –Anne Shirley

“You know, it seems to me you should decide for yourself what you want to do, and be, and set your mind to it. You’ve got a good and nimble mind, Anne, I don’t see why you should limit it. In my day, we didn’t get to choose. I think you should make your own decision.” – Marilla Cuthbert

“Tell me, and I forget. Teach me, and I remember. Involve me, and I learn.”
—Anne Shirley

Bagaimana? Tertarik untuk nonton saat lagi #dirumahaja? Series ini menarik dan tentunya easy to watch. Banyak pelajaran dan pesan-pesan yang menggambarkan isu terkini.  Series ini tersedia di platform digital Netflix. Jika kalian penasaran untuk menonton. Cuss di nonton…

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Sosial Media

Hello everyone! Kali ini saya pengen menceritakan pengalaman sederhana yang saya lakukan beberapa bulan ini.

Setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh, saya memutuskan pada awal Juni yang lalu untuk berpuasa lagi. Eits ini beda ya, bukan untuk menahan lapar dan dahaga. Tapi ini adalah Puasa Sosial Media. Hah?  Kenapa puasa SosMed? Emangnya gak ribet tuh tanpa sosmed di saat kita dihadapkan dengan fenomena #dirumahaja ? Memang bagi anak-anak muda yang gaul akan berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu seperti ini. Apalagi sekarang di masa globalisasi sekarang pastinya ketergantungan akan dunia maya karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi zaman sekarang. Dan pastinya akan muncul rasa ketakutan ketinggalan apa yang sedang terjadi di dunia. 

Kenapa? Masalahnya apa?

Sebenarnya banyak faktor mengapa saya melakukan ini baik itu dari segi kesehatan, psikologis, sosial, juga terhadap konsumsi infomasi. Kebiasaan ber sosial media mempengaruhi mental saya. Karena saya merasa stress dan tidak menghargai diri sendiri. Setiap kali buka sosmed saya merasa tertekan dan memikirkan banyak hal. Ketika membuka Instagram ataupun Whatsaap story , kadang saya dilanda perasaan iri. Setiap hari melihat story atau postingan teman-teman, mereka selalu update dengan pencapaian hidup mereka misalnya ketika mereka ketemu orang-orang hebat, jalan-jalan di tempat indah ataupun tempat baru, mereka yang sudah dapat kerjaan, dan yang paling utama mereka yang sudah selesai dengan urusan skripsi. Ketika melihat semua itu saya merasa buruk dan selalu membanding-bandingkan diri saya sendiri dengan hidup orang-orang tersebut. Merasa jika saya hanya stay disatu tempat saja tanpa perkembangan seperti teman-teman saya. I feel like there’s nothing special about me.

Apalagi dengan keadaan saya sekarang di masa pandemi yang penuh tekanan dihadapkan dengan realita pengerjaan skripsi yang prosesnya sangat lama. Bayangkan saja sudah hampir 6 bulan saya masih berada di tahap konsultasi proposal.  Apalagi prosesnya tanpa bertemu langsung dan hanya via online. Dan respon dosen saya slow respon banget cuy. Sering sekali saya diPHPin. Udah sabar sekali saya guys. Cape deh. Nasib nasib.

Sebenarnya sih ya untuk konten di sosmed yang sering saya pakai itu semuanya bermanfaat karena konten yang saya ikutin semua informatif dan sesuai bidang yang saya sukai juga. Misalnya info soal volunteering, creative thing, dan banyak lagi. Bahkan banyak pengetahuan baru yang bisa saya dapat di sosmed. So Content is not my problem. Saya pernah membaca sebuah artikel yang berkaitan dengan ini yang ditulis oleh Ajeng Rizka. Ia menuliskan bahwa “Faktor yang diduga bikin orang stress gara-gara setiap hari main medsos adalah fananya hidup”.  Kebanyakan orang-orang sekitar kita yang mengunggah postingan di medsos kadang tidak sesuai dengan realita. Dan saya pernah menjadi salah satu yang melakukan itu. Bisa jadi mereka terlihat bahagia di dunia maya padahal sebenarnya didunia nyata ia tidak seperti itu. Tapi gambaran itu cukup membuat kita merasa insecure sama diri sendiri. Karena itulah saya muak dan ingin mengubah gaya hidup yang lebih sehat dan jujur. Dan nantinya bisa aktif sosmed dengan tujuan menyebarkan hal-hal bermanfaat bagi orang lain bukannya untuk pamer. Terutama mengubah pola pikir yang baik dengan melihat dari perspektif manapun. Menetralisir Otak dari Racun Dunia Maya.

Bagaimana saya melewati proses puasa sosial media?

Switching off is not missing out. Puasa sosial media bukan berarti akun-akun sosmed dihapus FOREVER. Saya sampe sekarang masih punya kok.  Cuma pemakaiannya dibatasi, artinya penggunaan limit sosmed setiap harinya, dan hanya buka sosmed  untuk info doang. Lain halnya dengan yang tidak menggunakan sama sekali.

Sebelum kecemasan dan rasa kecewa terhadap diri sendiri saya bertambah parah, just in case.  Saya memutuskan untuk berhenti melihat postingan orang lain di medsos. Mulai untuk membatasi pemakaian sosial media terkhusus Instagram dan Whatsapp. Dengan tidak melihat story teman-teman dan sebaliknya saya pun berhenti untuk membuat story ataupun postingan. Saya puasa sosmed itu hampir sebulan lebih, tapi tidak dengan googling dan youtube karena setiap waktunya itu pasti ada aja yang pengen saya tanyain ke mas google dan bang youtube. Tetap internetan kok. Di masa global gini siapa sih yang nggak butuh internetan.

Saya mencoba menemukan skill/keterampilan baru agar lebih produktif saat #dirumahaja tanpa gangguan sosmed, dan menghabiskan banyak waktu di dunia nyata.  Seperti belajar chord-chord gitar, menambah ilmu desain grafis dan arsitektur, eksperimen masak dengan resep-resep baru, aktif mengisi jurnal harian, dan aktif nge-blog lagi. And learn something new and fun makes me feeling better

Manfaat yg saya dapat setelahnya

Dampak baik saya dapatkan setelah melewati proses berpuasa sosial media. Banyak hal baru yang bisa saya lakukan dan menjadi lebih produktif dan jauh dari kebiasaan ber-gadget ria. Saya jadi punya banyak waktu luang misalnya saja menyelesaikan bacaan buku-buku, olahraga bersama keluarga, dan melakukan aktifitas-aktifitas positif yang menggantikan aktifitas kita menggunakan sosial media.

Selama proses puasa tersebut saya mendapatkan diri saya berada dalam keadaan yang terbiasa menjalani hari-hari dengan santai tanpa sosmed. Bahkan membuat saya malas posting kegiatan di sosmed. Dan ketika mengerjakan sesuatu pun lebih cepat kelar karena puasa media sosial ini membuat saya lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu sehingga tugas tidak terbengkalai. 

Karena sekarang kita dihadapkan dengan pandemi virus corona dengan menghabiskan waktu #dirumahaja. Mengurangi kebiasaan bersosial media membuat saya mengisi waktu dengan aktifitas bermanfaat dengan keterampilan baru dan belajar hal-hal baru sehingga waktu digunakan lebih produktif. Selain itu juga berdampak dengan lingkungan sekitar, saya jadi lebih peka dan bisa lebih banyak waktu bersama keluarga.

Dan yang paling utama, Saya tidak lagi mengalami distraksi antara media sosial dan dunia nyata.  Saya sudah bisa memaklumi bahwa mereka juga sama seperti yang lainnya yaitu manusia yang punya kelemahan yang tidak mereka tampakkan di sosial media.  Menilai seseorang bukan karena banyaknya followers tapi melihat apakah ada manfaat untuk sekitarnya. Saya bisa belajar bahwa mencintai diri sendiri itu sangatlah penting.  Dengan mulai mengabaikan hal-hal yang membuat kita insecure dan kurang pede.

Bagaimana dengan kalian? Ada yang pernah merasakan puasa sosial media atau pengen mencoba ?  Dengan senang hati jika kalian ingin berbagi cerita soal puasa sosmed kalian. I’m so glad if we can sharing our feel each other about this. Kolom komentar sudah tersedia dibawah.

Thank you sudah meluangkan waktu untuk membaca. Dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Sosial Media bagi yang melaksanakan. Hehe 🙂

Blog : Platform Curhat Masa Kini. Untungnya Apa Sih?

Blog sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi di pendengaran kita dalam kehidupan sehari-hari.  Ketika awalnya blog muncul, mereka yang melakukan aktivitas blogging sudah menganggap sebuah blog adalah ruang untuk  membagi kehidupan pribadi seperti halnya sebuah jurnal online.  Di jurnal online ini, kamu dapat bercerita tentang aktivitas sehari-hari atau berbagi tentang apa yang kamu lakukan.  Seiring waktu sudah mulai berkembang fungsinya menjadi ruang untuk menghasilkan uang dengan bisnis online. Blog identik dengan menulis. Mereka yang hobi dengan kegiatan menulis pastinya bersyukur dengan adanya sebuah blog sebagai platform menuangkan karya-karya tulisannya baik itu mengenai personal life, fiksi ataupun opini. Mengapa menulis itu penting?

“Spoken words fly away, written words remain”

Pepatah Yunani ini saya dapatkan di salah satu buku motivasi berjudul “Leiden Is Lijden”  yang tengah saya baca saat menulis artikel ini, pada bagian kata pengantar penulis mengutip cerita di novel Conspirata. Dikatakan “Satu-satunya tentaraku adalah KATA-KATA. Dengan bahasa, aku meninggikan derajat dan dengan bahasa, aku bertahan”.  Kalimat ini membuat orang yang membacanya termotivasi. Kata-kata yang tertulis dapat dikenang walaupun raga sudah tak ada. Dengan menulis, sebuah cerita dan sejarah tercatat hingga berabad-abad. Generasi ke generasi bisa tahu apa yang terjadi di masa lalu. Sebegitu pentingnya orang-orang tersebut menjadikan sebuah karya tulisan adalah  karya abadi. Saya teringat dengan Almarhum Sapardi Djoko Damono salah satu maestro sastra Indonesia telah meninggalkan kita pada Juli 2020 lalu.  Katanya: yang fana adalah waktu. Memang benar.  Walaupun ia telah tiada, karya-karyanya tetap mengudara. Akan selalu dikenang dan menginspirasi.

Di era modern yang penuh dengan teknologi ini menulis pun bisa dimana saja salah satunya menulis di blog. Anak-anak muda sekarang sudah tidak kesusahan lagi, semua serba gampang. Yang susah adalah menumbuhkan niat yang ada dalam diri kita sendiri.

Keuntungan Blog dalam Kehidupan Kamu

Seperti yang kalian tahu, aktivitas blogging telah membantu banyak orang dan juga perusahan sejak kemunculannya. Bahkan sekarang, sudah ada seratus juta lebih blog didunia ini. Blog dapat menghasilkan uang bagi yang menggunakan, tetapi apakah kalian tahu jika blog juga dapat membantu orang-orang  banyak hal selain uang? Berikut adalah daftar alasan mengapa orang membuat blog dan bagaimana blog bisa bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan profesional kamu.

Ruang Mengekspresikan Diri dan Mengekslor Passion

Saat ini blog berfungsi sebagai platform bagi seseorang yang ingin menyuarakan ide, pemikiran dan perasaan mereka. Menjadi sebuah platform yang dapat di isi sesuai apa yang kamu sukai, bidang apapun itu. Kalian bisa membuat blog sesuai minat seperti bisnis, fotografi, memasak, buku, politik, ataupun teknologi.  Blog memberi kesempatan semua orang untuk dapat terhubung dan berjejaring dengan individu yang memiliki minat dan pemikiran yang sama.

Blog = Portfolio

Blog anda adalah portfolio kamu.  Blogging merupakan cara yang bagus bagi para calon penulis atau penulis freelance untuk membangun portfolio online.  Dengan memamerkan keterampilan menulis melalui platform dengan jangkauan luas, karya tulisan yang di posting di blog menjadi jejak rekaman karir penulisan kamu.  Blogger yang memiliki wawasan luas dan menarik, keterampilan menulis yang luar biasa, dan punya banyak  pembaca akan memiliki keuntungan dan kesempatan kepada mereka yang ingin menjadi seorang penulis. Sudah banyak blogger dikenal di perusahaan penerbit dan ditawarkan untuk menerbitkan buku.

Berbagi Pengetahuan

Berbagi ilmu adalah perbuatan yang patut dipuji.  Apa yang kita ketahui dan kita alami bisa menjadi  konten yang bermanfaat bagi pengunjung blog kamu.  Apabila kamu gemar berbagi pengetahuan yang di kuasai dan pengalaman dalam bentuk tulisan pada blog pribadi, itu merupakan hal yang baik.  Kamu bisa menentukan tema blog anda sesuai bidang yang kalian sukai, misalnya membahas tentang teknologi, travelling atau review buku. Hal ini sangatlah bermanfaat bagi mereka yang tertarik dengan bidang keahlian kamu yang dieksplor melalui blog.

Mengasah Kemampuan Menulis

Semakin sering kamu melakukan sesuatu, maka semakin baik kamu dalam skill tersebut. Begitupun dengan menulis. Semakin sering anda menulis, semakin baik tulisan yang akan kamu hasilkan.  Jika kamu tidak ahli dalam hal menulis, kamu tetap bisa meningkatkan kemampuan tersebut jika terus melakukannya berulang-ulang.  Kamu bisa memulai dengan membuat artikel dengan topik tertentu secara rutin.  Inilah yang dilakukan para blogger, menghabiskan waktu dengan menulis dan mengawali karirnya sebagi penulis dengan membuat sebuah blog.  Bisa jadi kamu bisa menghasilkan beberapa buku nantinya seperti para blogger lainnya.

Membangun Jaringan

Salah satu manfaat besar blogging adalah berhubungan dengan orang lain.  Karena blogging merupakan kegiatan yang berbasis komunitas, dan jaringan adalah salah satu alasan orang memiliki blog.  Membangun koneksi akan memfasilitasi perkembangan blog kamu, baik itu sebagai blogger pribadi atau untuk keperluan bisnis.  Jika pembaca menyukai tulisan-tulisan kamu karena bermanfaat, mereka akan meninggalkan komentar ataupun mengirimkan pesan mengenai hal yang kamu tulis. Mereka yang setia dengan blog kamu dari awal perjalanan menjadi seorang blogger sampai diketahui banyak orang. Dan hal itu yang terpenting bagi seorang blogger untuk mengundang audience.

Memberi Kebebasan

Blogging memberimu kebebasan bekerja dilokasi manapun dan kapan pun.  Disamping itu, kamu diberi kesempatan melakukan sesuatu yang kamu sukai. Menghabiskan banyak waktu dengan keluarga, teman, melakukan aktivitas olahraga dan mengambil bagian dalam program pengembangan komunitas. Jika kamu suka travelling, blog membantu kamu melihat tempat indah di dunia. Seperti blogger Indonesia Trinity “The Naked Traveler”.  Ia bebas berpetualang  ke tempat-tempat indah di dunia dan ia dokumentasikan melalui blog.

Bagaimana? Setelah membaca ulasan mengenai blogging diatas, mungkin kalian tertarik untuk mulai membuat blog.  Jika memang kamu ingin berbagi minat, mengedukasi orang lain, membangun otoritas, menaikkan peringkat situs (SEO), atau memiliki konten yang ingin dibagikan ? Maka, kamu mungkin siap membuat blog kamu.  Just Do It Now!

Jika ada saran atau koreksi pada tulisan diatas. Silahkan tulis di kolom komentar. Thank u 🙂